BANGKALAN – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengambil langkah nyata dalam mendorong terciptanya kebijakan yang ramah bagi penyandang disabilitas. Bekerja sama dengan Komisi Nasional Disabilitas (KND), UTM menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Open Data Disabilitas” pada Selasa, 30 Juni 2026.
Dalam forum penting ini, Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT (GADISku) hadir sebagai mitra strategis untuk membagikan pengalaman praktis mereka di lapangan. Sebagai pusat pemberdayaan di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, GADISku membawa perspektif riil mengenai dinamika dan tantangan yang dihadapi oleh teman-teman difabel sehari-hari.
Melalui kolaborasi ini, UTM dan KND menghimpun masukan dari GADISku serta organisasi penyandang disabilitas lainnya mengenai mekanisme pendataan. Forum ini menegaskan bahwa sistem pendataan ke depan tidak boleh lagi hanya mencatat jumlah atau angka mati penyandang disabilitas.
Lebih dari itu, pendataan yang inklusif harus mampu memetakan ragam disabilitas, potensi, minat, keterampilan, serta kebutuhan dukungan dari setiap individu. Langkah ini krusial agar data yang dikumpulkan memiliki “ruh” pemberdayaan dan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.
Data tersebut diharapkan menjadi dasar dalam merancang program pendidikan, pemberdayaan ekonomi seperti Kewirausahaan Inklusif Produktif, pelatihan kerja, layanan sosial, hingga kebijakan publik yang lebih tepat sasaran.
Sinergi antara dunia akademis (UTM), lembaga negara (KND), dan praktisi lapangan (GADISku) ini diharapkan dapat melahirkan pangkalan data yang hidup. Dengan data yang akurat dan transparan, seluruh program pendampingan bagi penyandang disabilitas di wilayah Madura dan Jawa Timur dapat berjalan lebih efektif demi mewujudkan masyarakat yang mandiri dan inklusif.




