SURABAYA – Stasiun televisi JTV Rek memberikan sorotan tajam terhadap pentingnya
inklusivitas tenaga kerja di Jawa Timur dalam siaran program “Ruang Karir” pada Rabu
(13/5/2026). Menghadirkan Edy Cahyono selaku pendiri (founder) Rumah Kinasih Blitar
sebagai narasumber utama, dialog interaktif ini secara khusus mengupas topik hangat
“Membangun Asa Penyandang Disabilitas di Dunia Kerja”. Kehadiran beliau menjadi
pemantik diskusi penting dalam membedah peta peluang, tantangan, sekaligus solusi
pemenuhan hak-hak pekerja difabel di Indonesia saat ini.
Dalam pemaparannya, Edy Cahyono menegaskan landasan filosofis yang kuat bahwa setiap
individu, tanpa terkecuali, memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang,
berkarya, dan meraih masa depan yang lebih baik. Melalui wadah Rumah Kinasih yang
telah lama konsisten bergerak di bidang pemberdayaan, ia membagikan beragam inspirasi,
pengalaman empiris, serta pandangan strategis mengenai betapa krusialnya membuka
aksesibilitas yang ramah dan kesempatan kerja yang adil bagi para penyandang disabilitas.
Program Ruang Karir kali ini secara tajam juga mengupas realitas mengenai bagaimana
potret peluang kerja bagi penyandang disabilitas saat ini serta tantangan sistemik maupun
sosial yang masih sering dihadapi di lapangan. Edy mengajak pemirsa dan para pelaku
industri untuk merefleksikan kembali peran masing-masing dalam menciptakan ekosistem
kerja yang lebih inklusif. Menurutnya, inklusivitas bukan sekadar memberikan pekerjaan,
melainkan membangun lingkungan yang mendukung, adaptif, dan mampu memfasilitasi
potensi terbaik para pekerja disabilitas agar dapat mandiri secara ekonomi.
Edukasi publik yang disiarkan secara luas ini, Rumah Kinasih Blitar berharap dapat
mengetuk kesadaran para pemangku kebijakan dan pelaku industri untuk tidak lagi ragu
melibatkan kelompok disabilitas. Langkah maju ke depan tidak hanya diukur dari seberapa
banyak regulasi yang dibuat, melainkan dari seberapa terbuka ruang profesional menerima
kehadiran mereka sebagai rekan kerja yang setara, kompeten, dan berdaya.




